Konsep Pendidikan Agama Kristen (PAK) Pada Masa Pandemi Covid-19
Oleh: Elena Putri Laia (Mahasiswi Pendidikan Agama Kristen STT Bethel Medan)
Akhir-akhir ini berbagai negara di dunia, tengah dikejutkan dengan wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama corona atau lebih dikenal dengan istilah Covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Sudah banyak orang di seluruh dunia yang terpapar dengan virus ini, bahkan yang menjadi korban virus ini dapat menyebabkan korban tersebut meninggal dunia. Wabah virus ini telah memakan banyak korban di berbagai negara seperti di Tiongkok, Italia, Spanyol dan negara besar lainnya yang ada di dunia ini.
Akibat dari pandemi covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Indonesia. upaya yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia salah satunya dengan menerapkan himbauan kepada masyarakat agar melakukan Physical Distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk keramaian, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang terjadi saat ini.
Akibat dari pandemi covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Indonesia. upaya yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia salah satunya dengan menerapkan himbauan kepada masyarakat agar melakukan Physical Distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk keramaian, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Upaya tersebut ditujukan kepada masyarakat agar dapat dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang terjadi saat ini.
Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementrian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem Dalam Jaringan (daring).
Setelah melihat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut, maka kita akan memfokuskan inti pembahasan kita yaitu Konsep PAK. PAK merupakan bagian integral dari misi Tuhan Yesus. Sebagai firman yang hidup, maka PAK perlu ditumbuh-kembangkan dalam setiap kehidupan orang, baik yang sudah percaya kepada Kristus maupun bagi mereka yang belum percaya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai usia lanjut (Matius 28:19-20; Efesus 1:23; Kolose 1:18). Konsep PAK tetap berfokus kepada pengembangan karakter dan juga kemandirian siswa. PAK adalah pendidikan yang holistik, dan bukan hanya berfokus pada banyaknya pengetahuan saja tetapi juga mengenai moral, etika, karakter dan aspek kehidupan lainnya yang diupayakan berpusat kepada Kristus.
Menanamkan nilai-nilai Kristiani kepada peserta didik harus tetap dilaksanakan dengan berbagai macam cara dan ide. Pada saat pandemi covid-19 ini maka pendidik dituntut untuk lebih bertanggung-jawab, komit serta berdedikasi tinggi dalam profesinya. Maka, demi keberlangsungan PAK pada masa pandemi covid-19 ini, maka ada 3 syarat yang harus dipenuhi untuk berjalannya sistem daring yaitu :
- Potensi Guru- OrangTua- Siswa : Fasilitas yang dimiliki seperti android, akses sinyal, kuota internet, serta penggunaan portal pembelajaran daring.
- penggunaan aplikasi yang mendukung berjalannya pendidikan sistem daring, seperti : Zoom, google classroom, youtube, whatsapp dan berbagai media lainnya yang mendukung.
- Kesiapan guru: Mendesain model pembelajaran PAK jarak jauh secara interaktif, bermakna, menyenangkan dan menantang. Guru harus profesionl, inovatif dan adaptif, mampu mendesain pembelajaran, melaksanankan dan mengevaluasi, serta guru juga menjadi pembelajar seumur hidup.
Para orangtua juga harus mampu bekerja sama untuk keberlangsungan pendidikan anaknya, maka orangtua juga harus mampu mendidik anak degan cara milenial juga mengingat anak yang saat ini hidup di zaman milenial. jadi, orangtua harus mampu menjadi pendidik yang:
- Fleksibel
- Thinking outside dan up to date
- Lebih aktif dan Kreatif dengan metode-metode baru yang menyenangkan anak
- memberikan penyegaran seperti penataan ruang yang menarik
- Lebih Proaktif sehingga anak bisa mengeksplore potensi dalam dirinya
- Peduli dan Empati.
Have a nice day!
Shalom... :)
Komentar
Posting Komentar