Eksistensi Pendidikan Agama Kristen dalam Assesmen Nasional dan Bagaimana Penerapannya
PENDAHULUAN
Tantangan dunia pendidikan khususnya dalam penyiapan tenaga kerja ke depan semakin kompleks. secara umum dunia kerja di masa yang akan datang ditandai oleh ketidakpastian, semakin cepat dan sering berubah, dan menuntut fleksibilitas yang lebih besar. perubahan dan tuntutan karakteristik SDM era global menjadi tantangan lembaga pendidikan kejuruan untuk menyiapkan lulusannya agar mampu bertahan. bersaing dan meraih kejayaan. relevansi kurikulum, pembelajaran dan penilaian dengan tuntutan SDM era global tersebut merupakan kata kunci dalam mengembangkan pendidikan kejuruan ke depan. Penilaian memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM era global. Melalui penilaian dapat ditentukan apakah seseorang sudah dinyatakan layak dan kompeten atau belum.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan perrubahan mendasar pada Asessmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asessmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia. Mendikbud ingin para pelajar di tanah air mendapatkan peningkatan skill di bidang pendidikan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
PEMBAHASAN
Ada tiga tipe ujian yang dilakukan pada Asessmen Nasional 2021, antara lain:
- Asessmen Kompetensi Minimum (AKM), dilakukan untuk mengatur pencapaian siswa secara kognitif. artinya, nilai yang dihasilkan dari proses belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.
- Survei Karakter, penilaian ini berdasarkan aspek sosial dan emosional. jadi, karakter yang dimiliki para siswa juga dapat dijadikan penilaian. jadi para peserta didik harus memiliki karakter yang baik seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berbhineka Tunggal Ika, Mandiri, Kreatif dan gemar bergotong royong.
- Survei Lingkungan Belajar, penilain ini dilakukan berdasarkan lingkungan belajar diakrenakan lingkungan belajar juga merupakan bagian yang sangat berpengaruh pada prestasi peserta didik.
PENERAPAN
- Mode Ujian. Pada Asessmen Nasional 2021 para peserta didik akan diuji menggunakan sistem soal yang berlapis. Ujiannya tentu dilakukan menggunakan sistem komputer yang disesuaikan dnegan kemampuan para peserta didik. jadi, beban soal yang diberikan tidak semuanya sama, yang artinya adalah para peserta didik akan diberikan soal berdasarkan kemampuan belajar masing-masing peserta didik.
- Nilai Ukur Dalam Ujian. Pada Asessmen Nasional 2021 akan dinilai berdasarkan pencapaian kompetensi berdasarkan kemampuan masing-masing. ada banyak aspek yang akan dinilai, seperti kompetensi literasi dan numerasi siswa, lingkungan belajar siswa, hingga karakter dari siswa masing-masing. Yang artinya, sistem ujian yang diberikan lebih personal dan mengukur nilai siswa berdasarkan kemampuannya pada bisang-bidang yang diujikan.
- Peserta Tes. Pada Asessmen Nasional 2021 pesertanya adalah siswa yang berada di tingkatan satu tahun sebelum kelulusan. Yang berarti, yang diuji adalah siswa kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Jadi, ujian yang diberikan tidak lagi dalam satu waktu seperti UN, tapi dalam satu periode belajar.
- Laporan Hasil Tes. Pada Asessmen Nasional 2021 mendapatkan laporan hasil tes berdasarkan nilai satuan pendidikan dan nilai agregat per wilayah saja seperti desa, kota atau kabupaten dan provinsi.
- Jenis Soal. Para siswa akan dihadapkan dengan soal ujian yang mengukur penalaran. Nantinya, siswa akan ditanya tentang bagaimana prosessistem bekerja, yangbberarti soal jenis ini akan lebih efektif untuk mengasah logika, kreativitas dan penalaran siswa.
KESIMPULAN
Melihat bagaiman sistem Asessmen Nasional 2021 beserta tujuannya, maka PAK tidak boleh sampai kehilangan eksistensi di dalamnya. PAK harus lebih lagi ikut berperan penting dan menjadi solusi dalam membantu siswa untuk mampu berpikiran terbuka, serta memiliki karakter yang baik seperti yang telah diungkapkan di atas. Mengingat kembali bahwa PAK tidak hanya berfokus kepada aspek kognitif saja tetapi juga terhadap aspek psikomotorik dan afektif siswa yang mana itu merupakan bagian terpenting dalam Asessmen Nasional ini. Para siswa tidak lagi dituntut untuk mendapatkan nilai yang telah ditentukan tetapi para siswa harus bisa diajak untuk mampu dan siap mengikuti mata pelajaran dan guru pun harus memiliki kemampuan untuk membantu dan menjadi fasilitas dalam kemajuan mutu belajar yang tidak hanya mengukur dan memperhatikan dari tingkat pengetahuan siswa, tetapi juga terhadap kemampuan dan karakter siswa.
Sumber :
www.kemdikbud.go.id
pahamify.com
Komentar
Posting Komentar